Malam semakin kelam,namun hal itu tak mengusik kegiatan seorang gadis yang terbilang masih belia itu untuk terus menyelam dalam dunia maya.Facebookan bahasa bekennya.Anak itu tak kenal lelah sama sekali ,sejak sore sampai larut malam seperti ini Zahra ,begitu biasanya ia di panggil tak sedikitpun ia beranjak dari singgasananya apalagi kalau bukan kasurnya yang selalu dia bilang super empuk itu,,,hahaha kalau saja kalian tau faktanya ,kalian pasti akan tertawa sama sepertiku.Betapa tidak??? kasur yang ia sebut sebagai singgasananya itu sangatlah jauh dari kata empuk atau bisa dibilang,,,yah sangatlah keras lah...amat sangat malah oleh karena itu, sungguh aneh kalau disebut itu "Singgasana super empuk",wkwkwk... tapi yah begitulah Zahra ,gadis yang terbilang cantik dan manis untuk anak seusianya ini ,mempunyai pola pikir yang unik dan berbeda dengan teman sebayanyadalam menilai atau mengatasi problematika yang ada.Sebut saja gadis ini dewasa sebelum waktunya.
Gadis ini masik asyik dengan dunianya sendiri tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya ,seolah-olah hanya ia seorang yang hidup di dunia ini.Dia tak mempunyai teman bermain karena dia merasa bahwa mempunyai teman adalah hal yang sangat merepotkan baginya.Oh ayolah,betapa tidak ? karena teman-teman seumuranya masih tergantung pada orang tua mereka sedangkan ia sudah terbiasa sejak kecil hidup mandiri karena orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya tapi walaupun begitu ia juga tak merasa kekurangan kasih sayang dari orang tuanya karena ia tau bahwa orang tuanya sibuk bekerja adalah demi dirinya,yah ternyata ada untungnya juga ia tumbuh dewasa sebelum waktunya,dan satu hal yang patut di syukuri adalah bahwa gadis ini tumbuh ke arah yang positif sudah tentu ia menjadi anak yang baik dan pintar,sungguh anak yang istimewa.
"aishhh..kenapa lagi-lagi loading sich!!!!" teriaknya sebal,lebih tepatnya mengacu pada signal jaringan yang hidup mati-hidup mati karena memang ia tinggal di tempat yang terpelosok,di Desa Sekar ,Malang selatan. Ini sudah merupakan gerutuannya yang kesekian kalinya,karena memang dari tadi juga sudah beratus kali hal ini terjadi.
"ahhhh...pantas saja tidak conect dari tadi ,ternyata pulsa modemku habis"keluhnya ,sambil memukul keningnya.
"huh...dasar Zahra pabooooo"rutuknya lagi,ia menghembuskan nafasnya kesal sambil meniup-niup poni rambutnya kebiasaan yang ia lakukan saat sedang sebal seperti ini.Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri kesibukanya dengan langsung mencabut kasar USBnya ,dan mematikan komputernya tanpa mau bersusah payah untuk menshut downkannya terlebih dahulu.
"Zahra, ayo sholat isya' dulu nak sebelum bobo!" perintah ibunya dari arah dapur.Zahra mengurungkan niatnya untuk segera terjun dan bergelung dengan singgasananya yang super empuk itu,dan beranjak menuju ke kamar mandi dengan langkah malas.
"ya Bu..."jawabnya patuh,dan segera menghilang di balik pintu kamar mandi.Beberapa saat setelah itu ia keluar dengan wajah yang sudah basah oleh air wudhlu.
"cepetan sholat sayang,habis itu terus bobo' udah malem ,hampir jam 12.30 WIB.lho nak" kata ayahnya
"iya yah,Zahra sholat dulu ya yah?" jawabnya sambil tersenyum ramah menampakkan paras menawannya. ayahnya hanya tersenyum melihat putrinya yang begitu disayanginya itu.
"suatu saat nanti kau pasti akan jadi anak yang membanggakan ayah dan ibu nak" gumam ayahnya pada diri sendiri sambil menatap kepergian sang anak yang berlalu menuju tempatnya bermunajah kepada sang Khaliq.
TBC
Hwaaaaaaaaaaaa....hallo readers this is my first writing..ACTUALLY I don't know what should I write... but I just try make a story from my imagination...so please forgive me if you found many mistakes from my written,,,hehe,,,and I THINK the story is little bit funny...but it's okay..just enjoy it...and see you to the next part....ok. tha tha...wassalam_
Gadis ini masik asyik dengan dunianya sendiri tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya ,seolah-olah hanya ia seorang yang hidup di dunia ini.Dia tak mempunyai teman bermain karena dia merasa bahwa mempunyai teman adalah hal yang sangat merepotkan baginya.Oh ayolah,betapa tidak ? karena teman-teman seumuranya masih tergantung pada orang tua mereka sedangkan ia sudah terbiasa sejak kecil hidup mandiri karena orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya tapi walaupun begitu ia juga tak merasa kekurangan kasih sayang dari orang tuanya karena ia tau bahwa orang tuanya sibuk bekerja adalah demi dirinya,yah ternyata ada untungnya juga ia tumbuh dewasa sebelum waktunya,dan satu hal yang patut di syukuri adalah bahwa gadis ini tumbuh ke arah yang positif sudah tentu ia menjadi anak yang baik dan pintar,sungguh anak yang istimewa.
"aishhh..kenapa lagi-lagi loading sich!!!!" teriaknya sebal,lebih tepatnya mengacu pada signal jaringan yang hidup mati-hidup mati karena memang ia tinggal di tempat yang terpelosok,di Desa Sekar ,Malang selatan. Ini sudah merupakan gerutuannya yang kesekian kalinya,karena memang dari tadi juga sudah beratus kali hal ini terjadi.
"ahhhh...pantas saja tidak conect dari tadi ,ternyata pulsa modemku habis"keluhnya ,sambil memukul keningnya.
"huh...dasar Zahra pabooooo"rutuknya lagi,ia menghembuskan nafasnya kesal sambil meniup-niup poni rambutnya kebiasaan yang ia lakukan saat sedang sebal seperti ini.Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri kesibukanya dengan langsung mencabut kasar USBnya ,dan mematikan komputernya tanpa mau bersusah payah untuk menshut downkannya terlebih dahulu.
"Zahra, ayo sholat isya' dulu nak sebelum bobo!" perintah ibunya dari arah dapur.Zahra mengurungkan niatnya untuk segera terjun dan bergelung dengan singgasananya yang super empuk itu,dan beranjak menuju ke kamar mandi dengan langkah malas.
"ya Bu..."jawabnya patuh,dan segera menghilang di balik pintu kamar mandi.Beberapa saat setelah itu ia keluar dengan wajah yang sudah basah oleh air wudhlu.
"cepetan sholat sayang,habis itu terus bobo' udah malem ,hampir jam 12.30 WIB.lho nak" kata ayahnya
"iya yah,Zahra sholat dulu ya yah?" jawabnya sambil tersenyum ramah menampakkan paras menawannya. ayahnya hanya tersenyum melihat putrinya yang begitu disayanginya itu.
"suatu saat nanti kau pasti akan jadi anak yang membanggakan ayah dan ibu nak" gumam ayahnya pada diri sendiri sambil menatap kepergian sang anak yang berlalu menuju tempatnya bermunajah kepada sang Khaliq.
TBC
Hwaaaaaaaaaaaa....hallo readers this is my first writing..ACTUALLY I don't know what should I write... but I just try make a story from my imagination...so please forgive me if you found many mistakes from my written,,,hehe,,,and I THINK the story is little bit funny...but it's okay..just enjoy it...and see you to the next part....ok. tha tha...wassalam_